
malam dua-belas maret dua-ribu sepuluh
Bertempat di salah satu ballroom hotel dengan banyak bunga beraturan indah. Kami semua in our best preparation –turun full.red. Berkumpul dalam pendar amplitudo kebahagiaan yg nyaris seragam. Seperti kebayas yg kami pakai (peach-pink) make us all looks so blushing. Tonite we celebrate one of our best friend wedding. Andi pratiwi a.k.a Withooooonkkkk. Dear our little bride, sayangku, dattulu’ku*, tonite we present u our best coming to complete ur happiness.
Returning home after bunch of gossip, portraits, and unconscious laughs. This vibration of happiness drives me thingking. Finally get married with someone we fell for in the beautifull way we prepared is an avhievement. What’s marriage actually? Is it as simple as having someone to share with, to sleep with, to work together as a team, or just to be like what majority does. In simpler way, apakah dia kebutuhan, kewajiban, atau sebuah pilihan alternatif jalan hidup.
One thing for sure, it always begins with faith. Yakin mau menikah, yakin sudah waktunya, yakin dialah orangnya dan yakin-yakin yg lain. Katanya yang membuat seseorang yakin adalah cinta. Then people postulate soulmate for this circumstances. Jika diartikan soulmate sebagai belahan jiwa, pasangan sehidup semati, probably the only given creature on earth made only for u. Than all of us must have our own soulmate and all love life must’ve had ended happily. Or to those who failed in marriage, they’d marriage a wrong person perhaps, hooohh... it’s somebody else’ soulmate u’d been with. (*o*)
Because in reality not all marriage or relationship ended happily ever after till death put them apart. People start to doubt on soulmate trully meaning of existance. Dari sebuah buku Edgar Cayce on Soul Mate karya Kevin J. Todeschi, dosen di bidang “transpersonal nature of humankind“, dan artikel di Internet “Are Soul Mates a Myth or a Reality?” tulisan Dr John Gray, PhD, penulis buku laris “Men are from Mars, Women are from Venus. John Gray tidak mempercayai pendapat bahwa kita bisa bertemu begitu saja dengan seorang soul mate kemudian hidup berbahagia bersama sampai kakek nenek. ‘That’s a myth which tenaciously believed but factoid and experiencely false’.
Karena itu John Gray mengelompokkan pengertian soul mate menjadi potential soul mate dan real-world soul mate. Potential soul mate relationship terjadi saat kita jatuh cinta pada pandangan pertama. Potential soul mate lalu mengawali hubungan mereka dengan harapan indah dan romantis tentang kebersamaan yang sempurna. Namun, begitu menemui masalah atau tantangan, hubungan mereka retak.
Sedangkan real-world soul mate relationship terjadi pada mereka yg ketika bertemu dan menjalani hubungan berbagi tanggung jawab, saling membantu dan mendukung, belajar, berjuang dan berkembang bersama. Lama kelamaan terbentuk kebiasaan lantas menjadi karakter yang sulit terpisahkan. Hal ini dapat terjadi pada suami istri, sahabat, orang tua, rekan kerja tidak harus satu tentunya, pada sahabat 18 orang pun everyone’s a soulmate.
Pendapat bahwa setelah sekian lama hidup bersama lalu merasa tidak cocok dan merasa bahwa pasangannya bukanlah soulmate lalu menyerah dan memutuskan untuk bercerai, menurut John Gray merupakan pendapat yang berbahaya. Soul mate relationship menjadi mitos jika hanya didefinisi sebagai hubungan yang selalu manis, tanpa konflik, kedua pihak selalu akur tidak pernah bertengkar. Kita butuh real-world soul mate yang merupakan suatu realitas.
Maka rasanya potential soulmate bisa kita temukan in almost every crossroads in almost every single hours, seperti halnya kita bisa tertarik pada berbagai jenis sepatu -why shoes dita?- (*o*). But to make it a real-word soulmate needs a longlife learning and commitment.
“The myth of soul mates is about a relationship that is blue sky forever. In real life, the sky is occasionally full of clouds.” Artinya : tidak ada hidup yang sempurna beb (*_*) juga nobody’s perfect (-.-) So live perfectly (^o^)v
So to all of my dearly soulmate friends who’d fortuned -or soon-to found ur soulmate husband or wife, selamat belajar dan berjuang to make all the potencies into reality of happiness ever after till death do us apart. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar