Ketika akhirnya semua cerita hanya berputar pada hal-hal yang realistis atau tidak realistis, tidak penting 1, 2 atau 3 tahun maka saatnya menyatakan pengunduran diri. Hidup ini pendek bukan? Maka mari menghabiskan detiknya dalam bahagia. Untuk dia yang memaknai hadir mu sebatas kalkulasi rasional dan matematis. Maafkanlah, lantas lanjutkan hidup dengan tidak terlalu banyak berkubang pada kenangan dan angan lalu. Sebab jika dahulu kerap kali kita bertanya kapan dan bagaimana sebenarnya suatu cerita cinta berakhir? Jawabannya adalah saat dia memutuskan tidak mencintai cintanya dengan utuh. Hahaha…I love you full. Menjadi sangat menarik dan mempesona banyak orang sebab pada dasarnya semua orang mengalami hal ini. Entah sebatas ingin dicintai full atau setengah mati mencintai full. Sebenarnya kapan seseorang dikatakan mencintai full? Siapa juga yang menjadi Eros-sang dewa cinta- atau cupid-sang malaikat cinta- yang lantas berhak menghakimi bahwa seorang pencinta benar telah mencintai pasangannya dengan full. Sebab yang pasti, tidak ada orang yang bersedia dicintai tidak full. Dan apa yang bisa kusimpulkan sampai saat ini adalah no body knows how much you’re in love to someone perfectly, neither somebodies’ allowed to judge you about your love. But what really matter is what you do for your love. Juga yang mungkin bisa dilakukan adalah belajar untuk senantiasa luving somebody fully and correctly. Kita tidak akan pernah tahu kapan dan dimana kita mungkin gagal mencintai seseorang dangan benar. Namun jika saat seseorang yang mencintaimu menyerah dan berusaha melepaskan mu dengan alasan se-konyol apapun, pack your bag dear and la tahzan, sebab dia telah berhenti belajar mencintai mu. So let him go…

