Daftar Blog Saya

Kamis, 27 Desember 2012

Tentang Kamu



Perasaan itu laksana samudra luas, hutan belantara, juga langit yg tinggi menjulang hingga kaki tuhan. Ceritanya bisa bermacam macam, variasi nya bisa jutaan. Satu moment yang sama bagi dua anak kembar sekalipun dapat menjelma sejuta wujud. Perasaan ku padamu? Sudah lah cerita singkat ini satu partikel dari jutaan yang dapat kubagi. Sebab, aku mengingat mu berat, sudah seminggu ini.


Dirimu adalah kekasih jiwaku, sang Brida - Paulo Coelho- novel kesukaan kita, yang kutemukan sejak kita mulai belajar bolos bersama, berbicara melalui udara dan frekuensi hingga berteriak di tengah jalan. Waktu itu hari - hari adalah cerita sibuk, jadwal yang penuh sesak hingga jam kuliah berganti menjadi catatan tengah malam. 

Aku memikirkanmu Brida, sudah semingguan ini.

Dalam kesibukan dan galau menjelang pernikahan, tulisan ringan ini sedikitnya bisa menjadi terapi simptomatis sementara. Ku ingat kau senang menggunakan istilah 'menjaga kita tetap waras'. Entah dengan apa kita suka meyakini bahwa pada dasarnya semua orang gila, hanya saja kabanyakan dari kita menjalani hidup seperti mayoritas orang menjalaninya : berdasarkan kebiasaan, nilai- nilai budaya, dan semua yang menggunakan kata pembuka 'biasanya bal, bla, bla'. Kita yang konon senang mencari kebenaran tidak sebatas benar karena mayorits orang mengatakan itu benar, merasa mempelajari manusia dan kemanusiaannya selalu menarik. Membawa libido ilmu pengetahuan kita ejakulasi, kita berdiskusi berdebat hingga akhirnya klimaks, kita kelaparan dan terdampar pada warung kopi atau sudut kantin yang masih buka diujung sore. Heiiiiiiiii... Sebentar lagi aku akan menikah, kamu dimana? -I need you you know-. Tentu saja tidak menikah dengan mu (kita memang gila, tapi tidak segila itu lah) hei, kamu yang sibuk batuk-batuk, ingin rasanya bercerita banyak padamu, kembali menjadikanmu tempat sampahku dimana aku bisa memaki semua orang dan meneriakkan banyak sumpah serapah. Sigh...
Aku merindukanmu, sudah semingguan ini. 

Kira kira apa yang sedang kau lakukan disana yah? Berkejaran dengan hujan kah? Mengumpati mereka yang merokok di ruang publik mungkin? atau diam-diam sedikit saja memikirkan ku dan mendoakan ku baik-baik saja? Harapku. Entah sejak kapan aku berhenti mengejarmu, berhenti berlaku seenak perutku, berhenti mendefinisikan bahagiamu, dan berhenti menyusahkan mu dengan keluhanku yang egois dan manja. Tapi.......
Aku ingin bercerita padamu, sudah semingguan ini.

Rasanya waktu itu sore hari, saat kau katakan padaku bahwa kau sedang menjauhi ku karena tidak lagi nyaman bersama ku, aku saja yg tidak peka dan tidak tahu diri terus kembali dan menempel padamu. Katamu aku sudah melukai mu terlalu dalam, menyalahi hatimu pun tidak memilihmu. Aku pun hilang dalam diam, tersedak dalam isak tertahan. Aku menjadi diriku yang sekarang. Yang senantiasa menyayangimu dalam doa, merindukanmu dalam diam, dan ada disini bila kau membutuhkan ku kembali. 
Aku mendoakan mu lebih banyak, sudah semingguan ini.



Sebelum akhirnya aku duluan menjadi istri yang baik, untukmu yang telah menjadi kekasih, sahabat, saudara ku yang terbaik, aku ingin mengutip paragraf terbaik untukmu :

Makin dewasa kita makin akrab dengan kekecewaan, baik dari orang yg seharusnya tidak pantas mengecewakan kita sekalipun. Kita patah hati, dan dipenggalan lain mematahkan hati orang lain. Kita bertengkar satu sama lain, berteriak, menangis, saling memunggungi dan menyesali waktu-waktu yang terlalui sendirian. 

So, lets go crazy, laugh a lot, forgive freely, and love like you've never been hurt. Let's not thinking what anybody maight thinking of us as long as we think straight and healthy on them. Life comes with no guarantees, no times out, no second chances. So, live in the moment, give life to the fullest, tell someone what they mean to us, speak out, dance on the pouring rain, hugs a lot, stay up late, and smile wide like you always have, even its no neccessary to smiled. - hhhaaahh... Sering kupikir apa pipimu tidak nyeri dengan senyum selebar itu. Tp itulah kamu, senyum simpul dan senyum pas foto bukan untuk dagu panjang mu.

Last but not least, hope we could always fall in love most of the time darling, because happiness is the second where we decided not to upset or being hurt. I love you.

Aku menyayangi mu, sejak dulu, semingguan ini dan sepanjang umurku.

Senin, 26 November 2012

- Breath -

Nowadays most men lead lives of noisy desperation.  ~James Thurber 
Dunia ini rasanya makin ramai dengan semua warna warninya, hingar bingarnya, dan serangkaian kejar-kejarannya.  Lihat saja pagi hariku yang diawali dengan bunyi alarm yang memecah sunyi pagi, terbangun, sedikit kaget, berkeliling dapur sebentar lalu  riuh dengan rangkaian body soap, lotion, parfume, loose powder into blush on. Sedikit sarapan setelah silau dengan kreativitas pink blouse, flowery skirt, and white coat  mulailah rusuh  sirine mobil sahut menyahut dalam traffic jam, balapan sampai tempat tujuan masing-masing. I dont know why, it's my nature to drive fastly, even if im not in a hurry. So when im in totally hurry, i drive madly. #errggg.
Ramai bukan? Ricuh! Rusuh! Kecuali setelah bersamamu, dengan mu, aku berkenalan dengan pelan, tenang,  dan jeda. Anehnya aku sedikit menikmatinya. Teringat beberapa ejekan pertamamu buatku: 
'kalau cerita jangan lupa bernapas neng' 😃, 'tidak bisa berjalan saja, tdk perlu berlari-lari?' 😳, 'kok jadi cerita ini, cerita pertama kan belum selesai 😓.  
Haghahahaa, Entah mengapa selalu merasa 24 jam berlalu tanpa menepuk pundakku. Pagi sibuk menemani semua pasien-pasien ku, siang tidak pernah menawarkan kotak makan siangnya, sore selalu lupa mengajakku singgah minum kopi, sementara malam tidak mau diajak nonton film india. 
Jadilah salah satu dari sekian banyak hal yang membuatku tak bisa jauh darimu adalah suara mu yang selalu terdengar mirip kumur-kumur, kadang tidak jelas, dan selalu satu nada lebih rendah dari ributnya semesta. Maka mendengarkan mu memberiku jeda untuk bernapas, mengenal sabar dan menikmati DIAM. Silence do rest the minds.


Minggu, 11 November 2012

Pagi

Matahari dan kamu

Selalu berharap punya pagi yang indah dengan mu, bukan dengan bekeliling mencari kesadaran mu dan menyapa mentari. Bangunlah biar hari terpanjang lebih luas untuk kita. This shouldnt be a matter issues i hoped. 


I blog with BE Write

Senin, 02 Juli 2012

A moment back in

This recidency ritual inhaled all my energy. Dealing with the night shift, randoms feeling, and less sleep put life nearly at the edge of its creativity possibilities. Traveling trough the cyber net and this waiting mom's medicine to be made, i decided to rewrite rhis stuff. Perhaps it will remind me someday to keep trying giving life the best of me.

 Pay attention to your thoughts, because they become words.
Pay attention to your words, because they become actions.
Pay attention to your actions, because they become Habbits.
Pay attention to your habbits, because they become your character.
Pay attention to your character, because it is your fate.
- from the Talmud -

 And the time is up, lets role to the next best thing in my life : homeworks. Du,duu,duuu,duuuu....*sing along


Senin, 27 Februari 2012

I miss you




Tidak semua hal berjalan seperti apa yang kita cita-cita kan bukan? Maka Jika semua jalan yang ditempuh seolah tidak memberikan jawaban. Segala upaya membawa kita makin jauh. Mungkin memang sudah tidak perlu berusaha banyak. Waktunya untuk menyerahkan semuanya pada keajaiban. Menjadi ajaib berarti menjadi jawaban atas sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal dan logika. Maka ajaiblah, doaku.

Sementara ini, mungkin cuma butuh sedikit waktu, menahan beberapa episode tangis berkepanjangan dan mungkin sekatung paracetamol untuk nyeri kepala yang tidak membaik dengan kaffein dan makan siang.

And I miss you so, the one who used to be there for me on what ever I’m into. (btw, u supposed to be here yesterday. Hiks, It’s another pharyngitis season without you)